Langsung ke konten utama

Keutamaan Ilmu dan Ulama


Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
شهد الله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولوالعلم قائما بالقسط

artinya : "Allah Subhanahu Wata'ala bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia, dan para Malaikat, dan orang-orang yang berpijak pada keadilan dari orang-orang yang ber-ilmu".

Dapat dilihat dari firman di atas bahwasanya Allah SWT mengawali kesaksian dengan diriNya sendiri dan yang kedua adalah para Malaikat dan yang ketiga adalah para ahli ilmu, dan hanya makhluk yang mulia derajatnya sajalah yang dapat bersaksi sejajar dengan kesaksian tuhanNya.

وقال النبى صلى الله عليه وسلم لابن مسعود رضى الله عنه ياابن مسعود جلوسك ساعة فى مجلس العلم لا تمس قلما ولا تكتب حرفا خير لك من عتق ألف رقبة ، ونظرك إلى وجه العالم خير لك من ألف فرس تصدقت بها فى سبيل الله ، وسلامك على العالم خير لك من عبادة ألف سنة

Nabi Muhammad SAW bersabdapada Ibnu Mas'ud RA ( nama beliau adalah Abdulloh, dan dia adalah sahabat setianya Rosululloh, dia bagaikan bantalnya dalam tidur, alas kakinya ( serandal/sepatu ) dan kesuciannya dalam perjalanan, sahabat Ibnu mas'ud adalah orang yang sedikit dagingnya /kurus dan sangatlah pendek postur tubuhnya, sangat .... ,dan termasuk salah satu sahabat yang selalu berpakaian baik dan wangi baunya: " wahai ibnu mas'ud dudukmu sesaat ( waktu sebentar baik siang maupun malam ) di majlis ilmu dengan tanpa memegang pena dan tanpa menulis satu hurufpun itu lebih baik bagimu dari pada engkau memerdekakan 1000 hamba sahaya, sedangkan memandangmu pada orang alim dengan pandangan menciantai mereka itu lebih baik bagimu daripada engkau mempunyai 1000 kuda perang dan engkau sedekahkan ntuk perang sabilillah, sedangkan ucapan salammu pada orang alim itu lebih baik bagimu dari pada engkau ibadah 1000 tahun". (sebagaimana keterangan menurut al-hafidz ibnu mundziri dalam kitab durrotul yatimah)

Di riwayatkan oleh Umar Ibnu Khattab RA'' berkata "aku pernah mendengar Rosululloh SAW bersabda, "barang siapa berjalan menuju pada kumpulan orang alim (majlis ta'lim), maka bagi orang itu dalam setiap langkah ada 100 kebajikan, dan ketika orang itu mau duduk di samping orang alim itu dan mendengarkan apa yang dikatakannya, maka baginya satu kebajikan di setiap kalimat yang di ucapkan orang alim itu (sebagaimana keterangan Imam Nawawi dalam kitab Riyadlussolihin).
وقال صلى الله عليه وسلم فقيه متورع أشد على الشيطان ممن ألف عابد مجتهد جاهل ورع
artinya : Seorang alim fiqih ( orang yang mengerti ilmu syari'at ) yang ahli wira'i ( Orang yang menjaga dirinya agat tidak makan haram ) itu lebih berat menundukkannya ( bahkan membawa kerugian yang besar ) bagi setan daripada 1000 ahli ibadah yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya dan wira'i pula tapi dia bodoh.
 
Kenapa begitu? Sebab setiap kali syetan menebar jeratnya, membuka pintu-pintu reka dayanya, menghiasi syahwat dalam hati manusia, menjerumuskannya dalam keindahan dan keenakan duniawi, maka di saat itu seorang ulama akan menjelaskan kepada manusia-manusia tentang tipu daya setan itu. Menjelasakan bahwa itu semua adalah semu. Bahwa itu akan menjerumuskan pada jurang kesesatan, seorang ulama itu akan menjelaskan kepada manusia dengan dasar dan dalil yang bisa dan mudah untuk diterima. Dengan demikian seorang ulama itu akan menutup kembali pintu-pintu kesesatan yang telah di buka oleh syetan, akan menggulung kembali jaring-jaring tipuan yang telah ditebarkan setan, dan hasilnya adalah kekecewaan yang mendalam dari syetan, karena tidak mendpatkan hasil usahannya. Dikarenakan tipu dayanya sudah di gagalkan begitu saja oleh seorang ulama.
Berbeda dengan orang yang bodoh tapi ahli ibadah, sekalipun dia wira'i, bahkan terkadang mereka terjerat dalam tali temalinya syetan. Tetapi sedikitpun mereka tidak merasakannya, karena begitu miripnya kebenaran dan kesesatan yang telah direkayasa oleh syetan. Bahkan seringkali seorang abid akan menjadi pejuang-pejuang syetan dengan tetap merasakannya sebagai pejuang-pejuang agama Allah.

وقال صلى الله عليه وسلم فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب، وفى رواية للحارث بن أبى أسامة عن أبى سعيد الخذرى عنه صلى الله عليه وسلم فضل العالم على العابد كفضلى على أمتى
NAbi Muhammad SAW bersabda, "Keutamaan seorang Alim (seorang yang berilmu) dibandingkan dengan ahli Ibadah ( yang tidak Alim ) adalah seperti Sinar Rembulan ketika purnama di bandingkan dengan bintang-bintang (maksudnya 'keutamaan' adalah banyaknya pahala dan yang akan di berikan oleh Allah SWT nanti di akhirat). Diriwayatkan oleh Al-Harist bin Abi Usamah dari Abi Said Al-Hudriyyi dari Rosululloh SAW "Utamanya Seorang Alim dengan Seorang Abid/Ahli Ibadah itu seperti Keutamaanku di banding dengan keutamaan Ummatku".
Jugadalam riwayat oleh Imam Tirmidzi dari Abi Umamah,: "Utamanya Orang Alim mengalahkan utamanya Ahli Ibadah/ Abid itu seperti Utamaku ( Rosululloh ) atas rendahnya kalian semua". (maksudnya utamanya seorang yang alim dengan utamanya seorang yang ahli ibadah itu seperti dinisbatkan pada lebih utamanya nabi Muhammad SAW daripada derajatnya para sahabat yang lebih rendah.
Imam Al-Ghazali berkata, "lihatlah bagaimana ilmu itu bisa menjadikan seeorang bisa mengiringi derajatnya kenabian, dan bagaimana mudahnya di lunturkannya derajatnya amal/perbuatan yang tidak di sertai dengan ilmu. Karena bagaimanapun seorang yang beribadah kepada Allah harus mengerti tata caranya beribadah, kalau mau di terima olehNya. Karena tanpa Ilmu, beribadah tidak akan dinamakan dengan ibadah dan secara tidak langsung tidak akan mendapatkan pahalanya ibadah. Ambil contoh sederhana saja, 'bagaimana seorang itu dapat pahalanya solat, atau minimal menggugurkan kewajibannya melakukan solat fardlu setiap harinya, kalau orang itu tidak tahu tata caranya solat, ilmunya solat,berwudlu,bersuci?

وقال صلى الله عليه وسلم من انتقل ليتعلم علما غفر له قبل أن يخطو

Rosululloh SAW bersabda "barang siapa berpindah tempat (dari satu tempat ke tempat yang lainnya) dengan tujuan belajar ilmu ilmu syari'at maka di dosa-dosanya (dosa-dosa kecil/sogho'ir karena kalau dosa besar butuh taubat tersendiri dan dosa yang berhubungan dengan hak orang lain/ hak adamy harus melunasi tanggungan dosa itu kepada yang berhak) yang telah lewat di ampuni oleh Allah sebelum dia melangkah dari tempatnya. hadist di riwayatkan oleh imam Assyairozi dari A'isyah.
Hadist ini kembali lagi tergantung kepada niat dari orang yang mencari ilmu tersebut, yaitu hanya ketika niatnya adalah untuk mencari ridlo dari Allah SWT. Lain lagi ketika dia mencari ilmu, walaupun ilmu-ilmu agama dengan niatan agar menjadi orang yang dihormati, disegani, agar mempunyai pengaruh dan mempengaruhi orang lain, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali apa yang diniatkannya itu.

وقال صلى الله عليه وسلم أكرموا لعلماء فانهم عند الله كرماء مكرمون

Rosululloh SAW bersabda, "Muliakanlah U'lama (Orang-Orang yang mengerti ilmu syar'i, memuliakannya dengan berkumpul dan bertutur sapa dengan mereka dengan mengagungkan dan berbuat baik lewat ucapan atau perbuatan dengan mereka). Karena mereka itu orang-orang Mulia (orang-orang yang terpilih di sisi Allah) dan yang di muliakan pula (di kalangan Malaikat).
Dari Abu Huroiroh R.A berkata aku mendengar Rosululloh SAW bersabda " Ketika seorang ALim berkata/menerangkan suatu ilmu di Majlisnya ( Majlis Ilmu ) dengan tidak bersenda gurau dan berbuat tidak bermanfaat maka Allah menciptakan Malaikat dari setiap kalimat yang di ucapkannya, Malaikat itu terus memintakan Ampun kepadanya dan orang-orang yang mendengarkannya sampai nanti hari Kiamat tiba., dan ketika jamaah itu selesai dari majlis ta'lim itu mereka semuanya pulang dengan keadaan telah di ampuni dosa dosanya.Lalu nabi Muhammad bersabda lagi "mereka adalah kaum yang pengikutnya tidak pernah celaka".
وقال صلى الله عليه وسلم من نظر الى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله خلق الله من تلك النظرة ملكا يستغفر له الى يوم القيامة

Rosululloh bersabda "barang siapa memandang wajah seorang Alim sekali pandangan saja dan Orang itu gembira dengan pandangan itu, maka Allah SWT menciptakan malaikat dari pandangan yang sekali itu, dan Malaikat itu memintakan ampun kepada orang yang memandang itu sampai nanti hari Kiamat.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallohu Wajhah berkata " Memandang pada wajah orang Alim itu Ibadah, dan menjadi pandangan yang bercahaya, dan menjadi Cahaya di hati, dan ketika seorang Alim itu duduk di majlis ilmunya maka baginya adalah gedung di sorga dalam setiap satu pertanyaan dan demikian pula untuk orang yang menjalankannya.. > sebagaimana keterangan dalam kitab riyadlus Sholihin.

وقال صلى الله عليه وسلم من أكرم عالما فقد أكرمنى ومن أكرمنى فقد أكرم الله ومن أكرم الله فمأواه الجنه

Rosululloh SAW bersabda "barang siapa memuliakan orang alim maka dia seperti memuliakanku, dan siapapun yang memuliakanku maka dia juga memuliakan Allah dan siapapun yang memuliakan Allah maka tempatnya adalah Surga.
Rosululloh SAW bersabda " Muliakanlah Ulama', karena mereka adalah pewaris para Nabi ( Anbiya' ) dan barang siapa memuliakan mereka, maka mereka memuliakan Allah dan RosulNya (diriwayatkan oleh Khotib AL-Baghdady dari Imam Jabir R.A.)
وقال صلى الله عليه وسلم نوم العالم أفضل من عبادة الجاهل
Rosululloh SAW bersabda, "Tidurnya orang Alim itu lebih Utama daripada Ibadahnya Orang Bodoh"

(Redaksi: tulisan di atas merupakan terjemahan dari kitab Tanqihul Qaul karya Imam Nawawi Al-Bantani Bab I)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan Kitab Tanqihul Qoul

Muqodimah بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله رب العالمين والعاقة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين والصلاة والسلام على خير خلقه محمد وعلى آله وصحبه أجمعين Dengan menyebut Nama Allah yang maha Pengasih dan maha Pemurah Segala puji hanya untuk Allah Tuhan seluruh alam semesta, dan akhir yang baik untuk orang-orang yang bertaqwa, dan tidak ada permusuhan kecuali hanya pada orang-orang yang dzolim, Sholawat dan salam Allah semoga tetap terlimpah kepada  makhluk-Nya yang paling utama, yaitu Nabi agung  Muhammad dan kepada seluruh keluarga dan sahabat-sahabatnya. Ammma ba'du..... Aku (pengarang kitab tanqihul qoul) menginginkan mengumpulkan kitab yang memuat tentang hadist hadist Nabi dan Dawuhnya (perkataannya)Sahabat yang di riwayatkan dengan benar dan bisa di percaya (Isnad sohih wastiq) dan aku membuang beberapa Isnad (agar lebih ringkas) an aku menjadikannya 40 bab dan dalam setiap babnya aku isikan 10 hadist. Aku menamakan kitab ini dengan nama " lubabul hadist &qu

Keutamaan Adzan (Tanqihul Qoul Bab 8)

اَلْبَا بُ الثَّا مَنِ فى فضلةِ الاَ ذَا نِ   BAB yang ke 8 pada keutamaan adzan .   قَالَ النَّبِيُّ صَلَََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ من اذان لصلاةِ سبعِِ سنينَ محتسباً كتب اللهُ لهُ براةٌُ من النارِ   Bersabda Nabi Solallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa yang azan untuk sholat, 7 tahun, ikhlas. Menulis ALLAH untuknya terbebas dari Neraka".   وقَالَ صَلَََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ من اذان تنتي عشرة سنةََ وجبت له الجنَّةُ Bersabda Nabi Solallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa yang adzan 12 tahun, wajib untuknya Syurga".   وقَالَ صَلَََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ من اذان خمس صلواتٍ ايماناً وحتساباًغفرَلهُ ما تقدم من ذنبهِ Bersabda Nabi Solallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa yang adzan pada sholat 5 waktu dengan imam dan ikhlas. Diampuni baginya dosanya yang telah lalu".   وقَالَ صَلَََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثلاثةٌ يعصمهمُ الله تعالى من عذاب القبرِ الشهيدُ والمؤذنُ والمتوفَّ يومَ الجمعةِ Bersabda Nabi Solallah